Takwa di Tengah Badai Dunia dan Harmoni Semesta

KHUTBAH JUMAT 

الحَمْدُ للهِ الَّذِي لَا خَيْرَ إِلَّا مِنْهُ، وَلَا فَضْلَ إِلَّا مِنْ لَدُنْهُ، أَحْمَدُهُ حَمْدًا لَا انْقِطَاعَ لِرَاتِبِهِ، وَلَا إِقْلَاعَ لِسَحَائِبِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، سَمِيعٌ لِمَنْ يُنَادِيهِ، قَرِيبٌ مِمَّنْ يُنَاجِيهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ: اتَّقُوا اللهَ؛ فَإِنَّ تَقْوَاهُ أَفْضَلُ مُكْتَسَبٍ، وَطَاعَتَهُ أَعْلَى نَسَبٍ، فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ: يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن ذَكَرٖ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ شُعُوبٗا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah ta’ala,

Khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan juga kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt. Takwa dalam artian sebagaimana yang dirumuskan oleh para ulama, yaitu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Takwa yang hakiki tentunya adalah yang menuntun kita bukan hanya rajin beribadah kepada Allah, tetapi juga menghadirkan akhlak mulia dalam interaksi dengan sesama manusia.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Kini kita berdiri di sebuah garis waktu yang unik. Tahun 2026 ini, takbir kemenangan kita bersahutan dengan kesunyian saudara kita umat Hindu yang menjalankan Nyepi, dan hari ini diiringi perenungan Jumat Agung. Di saat yang sama, mata kita tertuju pada layar gawai, melihat kilatan konflik di Timur Tengah antara Iran dan Amerika/Israel yang seolah tak kunjung padam.

​Di sini iman kita diuji: Apakah agama kita hanya sebatas ritual di dalam masjid, atau ia mampu menjadi kompas saat saudara kita yang berbeda agama juga melaksanakan ibadah pada saat yang bersamaan, bahkan menjadi kompas saat badai harga-harga naik dan ketegangan dunia menghimpit?

​Ketika Idul Fitri beriringan dengan Nyepi dan Shalat Jumat dengan Jumat Agung, Allah sedang menguji "Matematika Sosial" kita. Allah berfirman dalam Surah Al-Ma'idah Ayat 8:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْاۗ اِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ۝٨ 

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

​Keadilan hari ini bukan sekadar soal hukum, tapi Keadilan Rasa. Bisakah kita merayakan kemenangan tanpa mencederai keheningan tetangga? Bisakah kita tetap teguh dengan iman kita tanpa merasa paling berhak atas bumi ini? Inilah kurikulum kehidupan yang sesungguhnya, bahwa takwa tidak diukur dari seberapa keras kita berteriak, tapi seberapa mampu kita memberikan rasa aman bagi manusia di sekitar kita.

​Hadirin, Ibadah puasa yang baru saja kita lalui adalah madrasah untuk menahan diri. Namun, hari ini tantangan menahan diri datang dari luar. Konflik global di belahan dunia sana telah sampai ke dapur-dapur kita melalui kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok. AllahSWT  telah mengingatkan dalam Ar-Rum Ayat 41:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ ۝٤١

​"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."

​Konflik Iran-Israel-Amerika adalah bukti nyata betapa tangan-tangan manusia yang penuh ambisi dan keserakahan bisa merusak tatanan ekonomi dunia. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para jenderal di medan perang, tapi oleh ibu-ibu di pasar dan ayah-ayah yang berjuang di jalanan.

​Ini adalah teguran agar kita kembali pada "Kurikulum Cinta" dan integritas. Di saat dunia dikuasai ego kekuasaan, kita di Sumedang, di sekolah-sekolah kita, di rumah-rumah kita, harus membangun "Zona Integritas" dalam diri. Jangan sampai krisis ekonomi membuat kita kehilangan kejujuran. Jangan sampai kenaikan harga membuat kita kehilangan empati.

​Sebagai penutup, mari kita camkan sabda Rasulullah SAW yang sangat mendalam:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى 

​"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan menyantuni laksana satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakannya dengan tidak bisa tidur dan demam." (HR. Muslim;4685)

​Hadirin, Saat saudara kita di Palestina atau wilayah konflik lainnya merasakan perihnya peluru, kita di sini merasakan perihnya ekonomi. Kita adalah satu tubuh. Jangan biarkan "demam" ekonomi ini membuat kita menjadi pribadi yang kikir. Sebaliknya, jadikan ini momen untuk saling menguatkan.

​Jika tangan kanan merasakan beban, tangan kiri harus membantu memikulnya. Itulah لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ (al-Baqarah 183) yang berdampak لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ (al-Baqarah 185) pada tahun ini: Kemenangan atas ego, kemenangan atas keserakahan, dan kemenangan dalam menjaga kemanusiaan di tengah badai dunia.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ   

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

 اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ   


Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Previous Post Next Post